Beragam Pilihan Pengobatan Asma Terbaik, dari Resep Dokter Hingga Bahan Alami

Asma tidak bisa disembuhkan. Meski begitu, ada banyak obat yang bisa Anda gunakan untuk mengendalikan gejalanya agar tidak gampang kambuh. Mulai dari obat yang diresepkan dokter sampai pakai racikan bahan alami dari dapur, berikut rekomendasi pilihan pengobatan asma terbaik.

Namun sebelum sembarangan coba-coba obat asma, penting untuk Anda memahami dulu seberapa parah gejala asma yang Anda alami.

Ketahui dulu seberapa parah gejala asma Anda

Gejala asma bersifat kambuhan dan dapat muncul tiba-tiba di waktu dan tempat yang tak terduga. Nah, seberapa sering serangan asma Anda kambuh sebenarnya berhubungan dengan tingkat keparahan penyakitnya. Maka, Anda harus tahu dulu seberapa parah asma yang Anda miliki. Tujuannya supaya Anda dapat mengantisipasi apa yang perlu Anda lakukan dan obat apa yang cocok untuk menanganinya ketika serangan selanjutnya kambuh.

Untuk mengetahui seberapa parah penyakit asma Anda, coba jawab pertanyaan berikut ini:

  • Berapa hari dalam seminggu, Anda mengalami dada terasa kencang, batuk, sulit bernapas, dan sesak napas?
  • Seberapa sering dalam satu minggu, Anda menggunakan inhaler sebagai obat untuk mengatasi asma Anda?
  • Apakah asma yang Anda miliki menyebabkan aktivitas Anda terganggu?
  • Apakah Anda sering terbangun di malam hari akibat mengalami gejala asma? Seberapa sering bangun dalam satu minggu?

Dari jawaban-jawaban tersebut, Anda bisa tahu seberapa parah penyakit asma Anda dengan melihat jenis-jenis keparahan asma berikut ini.

1. Asma intermiten

Memiliki ciri-ciri seperti:

  • Gejala suka kambuh 1-2 kali dalam satu minggu.
  • Terbangun di tengah malam 1-2 kali dalam satu bulan.
  • Menggunakan inhaler 2 kali atau kurang per minggu.
  • Tidak mengalami gangguan saat beraktivitas.

Asma jenis ini tidak membutuhkan pengobatan yang spesifik untuk mengendalikan asma, tapi Anda perlu menghindari berbagai hal yang bisa memicu asma.

2. Asma persisten ringan

Memiliki ciri-ciri seperti:

  • Gejala muncul lebih dari 2 kali dalam satu minggu.
  • Terbangun di tengah malam hingga 3-4 kali dalam satu bulan.
  • Menggunakan inhaler lebih dari 2 kali per minggu.
  • Aktivitas sedikit terganggu.

Untuk asma jenis ini, dokter hanya akan meresepkan Anda obat antiradang untuk mengatasi gejalanya.

3. Asma persisten sedang

Memiliki ciri-ciri seperti:

  • Gejala muncul hampir setiap hari.
  • Terbangun di tengah malam lebih dari 2 kali dalam satu minggu.
  • Menggunakan inhaler hampir setiap hari
  • Aktivitas terganggu.

Orang yang memiliki asma persisten sedang akan diberikan obat untuk mengendalikan penyakit asma yang dideritanya. Selain itu, orang yang memiliki asma jenis ini akan dianjurkan untuk mengikuti terapi bronkodilator.

4. Asma persisten berat

Memiliki ciri-ciri seperti:

  • Gejala muncul setiap hari, bahkan hampir seharian.
  • Setiap hari terbangun di tengah malam.
  • Menggunakan inhaler sampai harus beberapa kali dalam satu hari.
  • Aktivitas sangat terganggu.

Obat pengendali asma yang diberikan pada penyakit asma persisten berat ini tak cukup satu jenis saja. dokter akan memberikan beberapa kombinasi inhaler glukokortikosteroid dalam dosis tinggi.

Pilihan pengobatan asma dari dokter

Pengobatan asma di dokter umumnya dibagi menjadi dua kategori, yaitu pengobatan jangka panjang dan jangka pendek.

1. Pengobatan asma jangka panjang

penyebab asma

Kebanyakan pengidap asma dianjurkan untuk mengikuti terapi jangka panjang. Pengobatan asma jangka panjang bertujuan untuk mengendalikan keparahan gejala asma dan mencegahnya kambuh secara berkelanjutan.

Beberapa jenis obat kontrol asma jangka panjang termasuk:

  • Inhaler kortikosteroid (obat hirup)

Inhaler kortikosteroid digunakan untuk mengendalikan gejala asma dengan cara menghambat atau mengurangi peradangan di saluran pernapasan. Dengan inhaler, frekuensi kekambuhan asma dapat ditekan dan Anda dapat bernapas lebih lega sehari-hari.

Obat-obatan steroid yang biasa digunakan dalam inhaler termasuk fluticasone (Flonase, Flovent HFA), budesonide (Pulmicort Felxhaler, Rhinocort), flunisolide (Aerospan HFA), ciclesonide (Alvesco, Omnaris, Zetonna), beclomethasone (Qnasl, Qvar), mometasone (Asmanex) dan fluticasone furoate (Arnuity Ellipta).

Tidak seperti kortikosteroid oral (obat minum), obat-obatan kortikosteroid hirup lebih minim risiko efek samping sehingga umumnya aman untuk penggunaan jangka panjang. Namun Anda mungkin perlu terus menggunakan obat-obatan tersebut selama beberapa hari hingga beberapa minggu untuk mendapatkan manfaat yang optimal.

  • Leukotriene modifiers

Leukotriene modifiers adalah jenis pengobatan asma oral yang bekerja melawan leukotrienes. Leukotrienes adalah zat yang dilepaskan oleh sel darah putih dalam paru-paru yang menyebabkan aliran udara terhambat.

Obat minum ini ditujukan untuk kondisi asma yang disebabkan oleh efek samping obat-obatan tertentu, aktivitas fisik berat, ataupun asma persisten berat.

Obat-obatan yang termasuk golongan leukotriene modiefiers adalah montelukast (Singulair), zafirlukast (Accolate) dan zileuton (Zyflo). Semua jenis obat ini membantu meredakan gejala asma hingga 24 jam.

Sayangnya dalam beberapa kasus tertentu, obat-obatan jenis ini dapat berisiko memunculkan risiko efek samping psikologis seperti halusinasi, depresi, dan kecemasan berlebihan. Segera konsultasi ke dokter jika Anda merasakan reaksi yang tidak biasa.

  • Long-acting beta agonists

Pengobatan asma yang termasuk ke dalam kategori long-acting beta agonist adalah bronkodilator. Bronkodilator adalah terapi yang terdiri dari berbagai obat-obatan untuk meningkatkan kapasitas paru menyerap oksigen supaya Anda bisa bernapas lebih lancar dan lega.

Obat-obatan yang biasa digunakan dalam terapi bronkodilator termasuk salmeterol (Serevent) dan formoterol (Foradil, Perforomist). Bronkodilator ini harus dikombinasikan dengan kortikosteroid hirup, dan baru diberikan jika gejala tidak membaik setelah pemberian kortikosteroid hirup.

Jenis pengobatan asma ini lebih umum digunakan untuk mengendalikan gejala asma yang dipicu oleh olahraga atau aktivitas fisik berat.

  • Theophylline

Theophylline membantu merilekskan otot-otot yang meradang di sekitar saluran udara (bronkus) agar Anda bisa bernapas lebih lega.

Bagi beberapa orang, obat ini mungkin menyebabkan efek samping seperti sakit kepala, muntah dan muntah, serta gangguan perut. Namun efek samping ini dapat dicegah dengan penyesuaian dosis.

2. Pengobatan asma jangka pendek

jenis obat asma

Di samping terapi asma jangka panjang, pengidap asma juga membutuhkan terapi jangka pendek yang bertujuan untuk segera meredakan gejala asma akut begitu serangan kambuh. Terapi jangka pendek juga berguna untuk mencegah serangan asma sebelum olahraga, jika dokter mengizinkannya.

Jenis obat-obatan jangka pendek ini meliputi:

  • Inhaler short-acting beta2-agonis

Obat inhaler ini termasuk jenis bronkodilator kerja cepat. Sesuai dengan namanya, obat asma ini bekerja cepat untuk menghentikan gejala asma ketika serangan kambuh.

Albuterol, pirbuterol, dan levalbuterol atau bitolterol adalah pilihan pertama untuk pengobatan asma jangka pendek. Beta agonis short-acting dapat dipakai menggunakan inhaler genggam (portabel) atau nebulizer.

  • Ipratopium

Ipratropium lebih banyak digunakan untuk mengobati emfisema dan bronkitis kronis. Namun, obat ini dapat digunakan sebagai terapi bronkodilator kerja cepat untuk segera mengendurkan otot-otot saluran napas yang menegang ketika serangan asma kambuh.

Anda dapat menggunakan obat ini ketika gejala asma baru mulai muncul.

  • Kortikosteroid oral dan intravena

Apabila dokter menilai gejala asma Anda tidak dapat dikendalikan dengan obat hirup, ia mungkin akan meresepkan obat steroid oral (obat minum) seperti prednisone dan methylprednisolone.

Meski begitu, perlu dicatat bahwa obat oral hanya boleh digunakan dalam jangka pendek dan hanya untuk mengobati serangan asma yang parah. Biasanya dokter akan meresepkan obat steroid oral hanya untuk 1-2 minggu.

Ini karena obat steroid oral dapat menyebabkan efek samping serius jika digunakan dalam jangka panjang. Risiko efek samping dari pemakaian obat asma oral jangka panjang termasuk adalah kenaikan berat badan, hipertensi, otot-otot melemah, mudah memar, pengeroposan tulang, dan lain sebagainya.

Jika Anda merasa perlu minum obat jangka pendek lebih dari 2 hari seminggu, segera bicarakan dengan dokter tentang solusi lainnya untuk mengontrol gejala asma. Anda mungkin perlu berdiskusi dengan dokter untuk mengubah rencana aksi asma yang disesuaikan dengan kondisi Anda saat ini.

Alat bantu pernapasan yang berguna untuk mengendalikan asma

Obat-obatan asma jenis hirup membutuhkan bantuan alat khusus untuk mengubah obat cair menjadi uap supaya bisa masuk ke dalam paru-paru. Penggunaan obat asma dengan cara dihirup dinilai lebih efektif karena dapat mengirimkan obat langsung ke saluran pernapasan Anda.

Alat bantu pernapasan yang paling umum digunakan pengidap asma adalah inhaler dan nebulizer. Inhaler dan nebulizer sama-sama bertindak mengendalikan gejala serta meredakan serangan asma yang kambuh.

Berikut adalah langkah-langkah cara pakai inhaler dan nebulizer asma.

1. Inhaler

asma

Inhaler asma ada banyak jenis yang memiliki takaran kekuatan dosis serta fungsi yang berbeda. Namun pada dasarnya, cara menggunakan inhaler dengan benar dan lebih efektif adalah sebagai berikut:

  • Duduk atau berdiri tegak saat menggunakan inhaler.
  • Kocok inhaler dengan baik sebelum menghirupnya.
  • Langsung tarik napas perlahan begitu Anda menekan inhaler.
  • Tahan napas selama minimal 10 detik setelah menghirupnya.
  • Bila Anda perlu menggunakan lebih dari satu hirupan per dosis, tunggu beberapa menit dulu di antara setiap isapan. Jika Anda menggunakan obat bronkodilator kerja cepat, berikan jeda 3-5 menit. Untuk jenis lainnya, berikan jeda 1 menit.
  • Tarik dan buang napas perlahan di antara setiap isapan.

Mouthpiece inhaler (corong tempat Anda menempatkan mulut) perlu dibersihkan setiap kali habis pakai. Keringkan secara alami. Jangan gunakan kain untuk mengelapnya hingga kering.

Selama Anda menggunakan alat ini sesuai dengan yang diinstruksikan dokter, inhaler sangat efektif untuk mengendalikan asma dan minim efek samping.

2. Nebulizer

nebulizer alat hirup uap untuk obat masalah pernapasan

Jika inhaler adalah alat bantu napas yang berbentuk semprotan kecil, nebulizer berbentuk mesin yang dihidupkan dengan tenaga baterai atau listrik. Inhaler memiliki corong kecil untuk Anda menempatkan mulut dan menghirup obat, sedangkan nebulizer biasanya dilengkapi dengan selang yang memiliki masker di ujungnya untuk Anda pakai saat menghirup obat.

Nebulizer lebih umum digunakan sebagai terapi pengobatan asma kronis atau kasus asma yang serius, baik pada anak-anak dan orang tua usia lanjut. Ini karena dibanding dengan inhaler, uap yang dihasilkan nebulizer amat sangat kecil sehingga obat akan bisa lebih cepat meresap ke bagian paru yang ditargetkan.

Nebulizer ada banyak jenisnya, tapi umumnya cara pakai nebulizer adalah sebagai berikut:

  1. Cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir untuk mencegah kuman ikut masuk ke paru-paru lewat tangan yang menyentuh nebulizer.
  2. Siapkan obat yang akan digunakan. Jika obat sudah dicampur, tuang langsung ke dalam wadah obat nebulizer. Jika belum, masukkan satu per satu dengan menggunakan pipet atau alat suntik.
  3. Tambahkan cairan saline jika diperlukan dan diresepkan dokter.
  4. Hubungkan wadah obat ke mesin dan juga masker ke bagian atas wadah.
  5. Pasang masker di wajah hingga menutupi hidung dan mulut. Pastikan pinggiran masker tersegel baik dengan wajah, agar tidak ada uap obat yang lolos keluar dari sisi-sisi masker.
  6. Hidupkan mesin kemudian tarik napas dengan hidung dan keluarkan perlahan melalui mulut.
  7. Anda bisa mengakhirinya saat tidak ada lagi uap yang keluar. Ini tandanya obat sudah habis.

Cara memakai nebulizer umumnya memakan waktu kurang lebih 15-20 menit.

Pengobatan asma dengan bahan-bahan alami yang ada di dapur

Selain pengobatan asma dari dokter yang sudah disebutkan di atas, sejumlah bahan-bahan herbal juga bisa jadi solusi alami untuk meredakan gejala asma. Berikut adalah pilihan pengobatan asma rumahan yang mungkin berguna untuk Anda:

1. Jahe

6 manfaat jahe bagi kesehatan

Penelitian terbaru menemukan bahwa jahe dapat membantu meredakan peradangan dan melemaskan otot saluran pernapasan yang menegang akibatnya. Studi lainnya melaporkan bahwa efek relaksasi otot dari jahe hampir sama efektifnya dengan beberapa jenis obat asma dari dokter.

Jahe dapat digunakan untuk meredakan asma dengan berbagai cara, seperti:

  • Haluskan jahe sampai menjadi jus. Campurkan jus jahe, jus delima, dan madu dalam jumlah yang sama. Minum 1 sendok makan campuran ini untuk 2 hingga 3 kali dalam sehari.
  • Campur 1 sendok teh jus jahe dengan satu setengah cangkir air. Minum 1 sendok makan campuran ini setiap malam.
  • Potong jahe kecil-kecil seukuran 3 cm dan rebus 5 menit dalam panci air mendidih. Tunggu hingga dingin dan minum.
  • Kunyah potongan jahe mentah yang dicocol garam.

2. Bawang putih

alergi bawang putih

Bawang putih memiliki sifat antiradang yang dipercaya berguna mengurangi peradangan pada saluran napas akibat asma. Namun, penggunaan bawang putih sebagai obat alternatif untuk asma masih terus dipelajari lebih lanjut. Sejauh ini belum ada penelitian yang bisa membuktikan bawang putih manjur untuk pengobatan asma jangka panjang.

Jika Anda ingin mencobanya, tidak masalah. Didihkan 2-3 siung bawang putih dengan 1 ½ cangkir susu. Biarkan hingga dingin, lalu minum.

3. Kafein

efek kafein pada kesuburan pria

Dalam sebuah penelitian dikatakan bahwa kafein dapat membantu mengontrol serangan asma karena dapat bertindak sebagai bronkodilator. Kafein dapat ditemukan pada kopi, teh, ataupun coklat. Penting untuk diketahui bahwa jangan menggunakan kafein sebagai perawatan asma rutin.

4. Madu

manfaat madu

Sebuah penelitian terbitan jurnal Canadian Family Physician melaporkan minum 2 sdt madu sebelum tidur dapat membantu meredakan batuk di malam hari pada anak-anak yang mengidap asma.

Manisnya madu memicu kelenjar ludah untuk menghasilkan lebih banyak air liur, sehingga mampu melumasi saluran napas yang kering sekaligus mengencerkan lendir paru penyebab sesak napas. Madu juga dapat mengurangi peradangan pada saluran udara bronkus yang menjadi pemicu asma kambuh.

Untuk mengatasi asma, Anda dapat menggunakan madu dalam berbagai cara berikut:

  • Encerkan 1 sendok teh madu ke dalam segelas air hangat suam kuku. Minum sekitar 3 kali sehari.
  • Sebelum tidur, minum campuran 1 sendok teh madu dan 1 sendok teh bubuk kayu manis. Ramuan ini dapat membantu Anda mengencerkan dahak di tenggorokan dan membuat tidur menjadi lebih nyenyak.
  • Campurkan air perasan lemon ke dalam segelas air hangat dan tambahkan 1 sendok teh madu. Lemon memiliki antioksidan yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh dan membantu mengencerkan lendir.

Ingat! Sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter sebelum Anda memutuskan untuk mencoba ramuan alami apa pun sebagai alternatif pengobatan asma.

Penting untuk diingat bahwa “alami” tidak selalu berarti lebih aman. Belum ada cukup data ilmiah yang mampu membuktikan bahwa ramuan herbal benar-benar manjur untuk mengatasi gejala asma. Mungkin ada risiko efek samping jangka yang belum diketahui sepenuhnya.  Jadi, tetaplah bijaklah dalam mempertimbangkan pengobatan asma yang akan Anda pilih.

Cara alami mengendalikan gejala asma tanpa obat-obatan

Selain pakai obat, baik itu obat medis atau obat herbal dari bahan alami, ada beberapa perubahan gaya hidup yang bisa Anda lakukan sehari-hari untuk mengendalikan gejala asma. Di antaranya:

1. Menghindari pemicu asma dan alergi

Ada banyak hal yang bisa memicu asma. Maka penting bagi Anda untuk mengetahui hal spesifik apa yang bisa memicu asma Anda kambuh agar bisa menghindarinya.

Berbagai pemicu asma mungkin termasuk:

  • Olahraga atau aktivitas fisik yang terlalu berat.
  • Zat alergen yang terhirup, seperti tungau debu; parfum dan wewangian menyengat; polusi udara dari asap knalpot kendaraan/asap kimia limbah pabrik/asap rokok; bulu binatang; serbuk sari bunga; serbuk kayu pohon; dan lain-lain.
  • Cuaca dingin dan kering berangin, cuaca panas yang didukung dengan kualitas udara buruk (penuh polusi), dan perubahan suhu drastis.
  • Infeksi saluran pernapasan atas (seperti pilek, flu, atau pneumonia).
  • Alergi makanan.
  • Efek samping obat-obatan tertentu, seperti antinyeri NSAID (aspirin dan ibuprofen) dan beta-blocker untuk penyakit jantung.
  • Memiliki riwayat penyakit refluks asam lambung (GERD).
  • Makanan atau minuman yang mengandung pengawet (seperti MSG).
  • Stres dan kecemasan berlebihan.
  • Bernyanyi, tertawa, atau menangis yang terlalu berlebihan

2. Menggunakan filter udara

Filter udara berfungsi menyaring partikel-partikel yang terkandung di dalam aliran udara, termasuk pemicu serangan asma seperti jamur, serbuk sari, tungau, dan alergen lainnya.

Sistem terbaik akan menggunakan filter high-efficiency particulate air (HEPA). Menurut yayasan asma dan alergi di Amerika, AAFA, filter 99,9% efektif membersihkan udara dari polutan.

Filter udara direkomendasikan untuk mengusir zat pemicu asma, tapi penderita asma tidak boleh bergantung pada filter udara saja untuk mengontrol gejala mereka.

3. Immunotherapy

Immunotherapy berfungsi meningkatkan atau menekan sistem imun untuk mengurangi sensitivitas tubuh terhadap alergen. Untuk beberapa bulan pertama, injeksi akan diberikan biasanya sekali dalam seminggu. Terkadang, dapat juga hanya diberikan sekali dalam sebulan. Hal ini dapat berlangsung selama beberapa tahun hingga sistem imun menjadi lebih kebal terhadap alergen.

Jika Anda tidak bisa menghindari pemicu asma, konsultasi dengan dokter mengenai kemungkinan ikut immunotherapy sebagai cara mengontrol gejala asma Anda.

4. Menggunakan pengobatan pencegahan

Selain bertujuan untuk mengendalikan gejala, ada beberapa pilihan pengobatan asma yang ditujukan khusus mencegah serangan asma terjadi ketika gejala awalnya mulai muncul. Pengobatan pencegahan asma yang paling umum adalah inhaler, obat oral, dan suntikan. Konsultasi lebih lanjut ke dokter terkait obat-obatan pencegah yang sesuai dengan kebutuhan Anda. 

5. Rutin periksa fungsi paru-paru

Sangatlah penting untuk memonitor seberapa baik pengobatan terhadap asma Anda bekerja dengan memeriksa fungsi paru-paru secara teratur. Anda dapat menggunakan peak flow meter untuk mengukur jumlah air yang mengalir dari paru-paru. Pemeriksaan secara pribadi ini dapat mengungkap menyempitnya saluran pernapasan sebelum gejala asma muncul.

The post Beragam Pilihan Pengobatan Asma Terbaik, dari Resep Dokter Hingga Bahan Alami appeared first on Hello Sehat.



from Hello Sehat https://ift.tt/2NDluQk


tonton juga video ini
Daftar Unik Skandal Sera Amane
Daftar Unik 5 peraturan sekolah

Komentar