Rematik identik sebagai penyakit orang dewasa atau lanjut usia. Namun kenyataannya, rematik bisa menyerang anak-anak dan remaja. Hal ini tentu membuat Anda khawatir, terlebih bila Anda memiliki rematik dan takut anak Anda akan terkena penyakit yang sama karena faktor keturunan. Memangnya, apa benar penyakit rematik termasuk salah satu penyakit genetik? Cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.
Sekilas tentang penyakit rematik
Rematik atau rheumatoid arthritis adalah salah satu penyakit autoimun yang paling sering terjadi di masyarakat, terutama pada orang dewasa. Penyakit ini justru membuat sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel tubuh yang normal, bukannya zat asing yang bisa mengancam kesehatan.
Penyakit rematik menyerang jaringan yang mengelilingi sendi (jaringan sinovial) dan jaringan ikat, sehingga Anda akan merasakan nyeri di bagian persendian. Tidak hanya itu, hal ini juga dapat menyebabkan peradangan dan rasa sakit pada bagian tubuh lainnya, termasuk pada mata, paru-paru, jantung, dan pembuluh darah.
Penyebab penyakit rematik hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Sama seperti penyakit autoimun lainnya, ada dugaan bahwa terdapat gen tertentu yang dapat meningkatkan risiko rematik. Sementara itu, rematik juga dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya virus atau bakteri, stres, trauma fisik, hormon tertentu, dan kebiasaan merokok.
Jadi, apakah penyakit rematik dapat diturunkan dalam keluarga?
Sebanyak 53 sampai 68 persen kejadian rematik terjadi karena faktor riwayat keluarga. Beberapa ahli menyebutkan bahwa hal ini disebabkan karena ada gen tertentu yang dapat meningkatkan risiko rematik. Maka, ada kemungkinan bahwa rematik bisa diturunkan dalam garis keluarga.
Sebuah penelitian melaporkan bahwa generasi pertama dari orang yang memiliki rematik berisiko tiga kali lebih mungkin untuk terkena rematik juga. Misalnya saja, bila orangtua Anda memiliki rematik, maka Anda atau saudara kandung Anda berisiko untuk mengembangkan rematik sebagai bawaan dari orangtua Anda.
Hal ini berlaku juga pada orang kembar. Pasalnya, kembar identik tentu memiliki gen yang hampir mirip pada keduanya. Jadi, bila salah satu saudara kembar identik terkena rematik, maka ada 15 persen kemungkinan saudara kembarnya juga berpeluang mengalami rematik. Sementara pada kembar tidak identik, kemungkinan perkembangan rematik ini hanya 4 persen.
Risiko penyakit rematik dipicu oleh gen-gen tertentu
Dilansir dari Healthline, para peneliti telah berhasil menemukan beberapa gen yang dapat meningkatkan risiko rematik. Namun, tidak semua orang yang terkena rematik memiliki gen-gen ini. Begitu juga sebaliknya, tidak semua orang dengan gen ini pasti akan terkena rematik di masa mendatang. Sebab, ada faktor-faktor pemicu lainnya yang ikut berperan terhadap kejadian rematik.
Ada empat gen yang diketahui memiliki keterkaitan dengan penyakit rematik, di antaranya sebagai berikut:
- HLA: HLA (human leukocyte antigens) adalah gen yang berperan untuk membedakan antara protein tubuh dengan protein organisme yang menginfeksi tubuh. Gen ini paling signifikan dalam mengembangkan rematik, terutama gen HLA-DRB1. Pasalnya, seseorang yang memiliki gen HLA dalam tubuhnya berisiko lima kali lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit rematik.
- STAT4: STAT4 (signal transducers and activators of transcription 4) adalah gen yang berperan untuk mengatur dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh.
- TRAF1 / C5: TRAF1 / C5 (tumor necrosis factor-receptor associated factor 1/complement component 5) adalah gen yang menyebabkan peradangan kronis pada tubuh. Maka gen ini dapat meningkatkan risiko rematik.
- PTPN22: PTPN22 (protein tyrosine phosphatase non-receptor 22) adalah gen yang paling dikaitkan dengan munculnya penyakit rematik dan perkembangan penyakit autoimun lainnya, seperti lupus, diabetes tipe 1, dan sebagainya.
Maka dapat disimpulkan bahwa penyakit rematik bukan penyakit keturunan, hanya saja risiko rematik bisa meningkat bila terdapat salah satu anggota keluarga yang terkena rematik.
Tidak semua orang yang memiliki gen pemicu rematik sudah pasti akan mengembangkan penyakit rematik, begitu juga sebaliknya. Pasalnya, penyakit rematik disebabkan oleh kombinasi dua hal, yaitu faktor genetik dan lingkungan.
The post Apa Benar Rematik Termasuk Penyakit Keturunan? appeared first on Hello Sehat.
from Hello Sehat https://ift.tt/2vzrOV2
tonton juga video ini
Daftar Unik Skandal Sera Amane
Daftar Unik 5 peraturan sekolah
Komentar
Posting Komentar