Makanan asin menjadi salah satu pantangan untuk orang yang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi). Pada orang yang sehat, kandungan garam pada makanan bila dikonsumsi terlalu banyak akan menyebabkan hipertensi. Untuk itu, penggunaannya harus dibatasi. Namun, pada orang yang tidak suka makanan asin, hipertensi juga bisa terjadi. Kok bisa? Simak ulasannya berikut ini.
Makanan asin bisa jadi salah satu penyebab hipertensi
Garam merupakan salah satu mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Kebutuhan garam setiap orang berbeda berdasarkan usianya. Untuk orang dewasa, asupan garam per hari sebesar 1.500 mg. Orang yang mengonsumsi garam lebih dari takaran tersebut dalam jangka panjang berisiko terkena hipertensi.
Dilansir dari Harvard Health Publishing, proses kerja garam dalam tubuh dan kaitannya dengan tekanan darah belum diketahui secara pasti oleh para periset. Namun, mereka menyimpulkan bahwa kandungan garam dalam makanan asin memiliki pengaruh penting pada tekanan darah, yang berhubungan dengan saraf, hormon, dan pembuluh darah.
Tubuh memang sebenarnya bisa menghilangkan garam berlebih yang terkandung di dalam makanan. Akan tetapi, bila tubuh terus-terusan dipasok dengan garam yang berlebihan, garam tersebut nantinya akan meningkatkan volume darah yang memicu ginjal untuk menurunkan hormon dan pembuluh darah akan meningkatkan tekanan darah.
Orang yang suka makanan asin, biasanya lebih rentan terhadap tekanan darah tinggi. Sebab kadar garam di dalam tubuhnya berlebih. Oleh karena itu, diet sehat seimbang juga meliputi pengurangan penggunaan garam dalam makanan sangat disarankan untuk dilakukan sebagai tindakan pencegahan.
Orang yang tidak suka makanan asin, tetap berisiko hipertensi bila…
Salah bila Anda berpikir, orang yang tidak suka makanan asin akan terhindar dari hipertensi. Orang yang tidak suka makanan asin belum tentu pola hidupnya baik. Misalnya jika Anda merokok dan mengonsumsi alkohol, kebiasaan ini juga bisa meningkatkan risiko hipertensi.
Selain kebiasaan tersebut, ada hal lain yang bisa meningkatkan risiko hipertensi pada orang yang tidak suka makanan asin, seperti:
- Berat badan berlebih (obesitas)
- Kurang olahraga
- Stres
- Keturunan
- Mengonsumsi makanan tinggi lemak
- Wanita yang mengonsumsi pil KB
Selain itu, orang dengan penyakit ginjal kronis atau sleep apnea, sedang hamil, dan sudah tua juga berisiko terkena hipertensi walaupun tidak suka makanan asin.
Hipertensi dapat berakibat fatal
Seiring waktu, pola hidup yang tidak sehat bisa menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi. Kondisi ini bisa mempersempit pembuluh darah sehingga aliran darah dan oksigen menjadi menurun. Jantung pun harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh.
Oleh karena itu, otot jantung menebal, tapi sayangnya lemah. Ini berpotensi menyebabkan serangan jantung, stroke, atau gagal jantung. Hipertensi juga mengakibatkan tekanan ekstra pada unit penyaringan ginjal. Ini mengganggu kemampuan ginjal untuk mengatur cairan sehingga berpotensi menyebabkan penyakit ginjal atau gagal ginjal.
Banyak potensi penyakit yang bisa terjadi akibat hipertensi. Walaupun Anda tidak suka makanan asin, kemungkinan hipertensi tetap ada. Untuk itu, Anda tetap harus menerapkan pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah dan kesehatan tubuh lainnya.
The post Tidak Suka Makanan Asin, Kenapa Masih Kena Hipertensi? appeared first on Hello Sehat.
from Hello Sehat http://ift.tt/2EALg3V
tonton juga video ini
Daftar Unik Skandal Sera Amane
Daftar Unik 5 peraturan sekolah
Komentar
Posting Komentar