Apakah Anda pernah merasa sedih, cemas, kosong, tidak memiliki harapan, tidak berharga, merasa bersalah, sensitif, gelisah? Atau mungkin merasa hilang minat terhadap aktivitas yang biasa dilakukan, hilang nafsu makan, konsentrasi terganggu, sulit mengingat detil, dan sulit mengambil keputusan? Mungkin lebih parah lagi, apakah Anda memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup?
Kondisi ini menggambarkan salah satu gangguan mood yang saat ini semakin banyak kejadiannya, yaitu depresi. Depresi merupakan salah satu gangguan mental yang sering ditemui dan gejala yang ditimbulkan menyebabkan terjadinya gangguan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Menurut Riset Kesehatan Dasar Indonesia (Riskesdas) yang dikeluarkan oleh kementerian kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, sekitar 6% dari penduduk Indonesia memiliki gejala depresi dan kecemasan.
Kenapa seseorang dapat terkena depresi?
Kebanyakan gangguan mental terjadi akibat adanya interaksi faktor biologis, psikis, dan sosial. Faktor biologis yang mempengaruhi yaitu adanya pengaruh genetik, di mana orang yang memiliki riwayat keluarga depresi, akan memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami depresi.
Faktor psikis berkaitan dengan adanya gangguan pada mekanisme adaptasi, kepribadian dan kepercayaan. Faktor sosial berkaitan dengan prilaku atau kejadian di sekeliling, contohnya kehilangan orang yang dicintai, atau diberi perlakuan kasar. Faktor-faktor ini kemudian akan menimbulkan gangguan neurotransmitter, suatu substansi untuk komunikasi sel saraf, yang kemudian akan mengganggu pusat pengatur mood di otak.
Pada saat ini, depresi ditangani dengan kombinasi psikoterapi dan obat-obatan. Kombinasi dua terapi ini memberikan respons yang lebih baik dan bertahan lebih lama. Selain itu, terdapat beberapa makanan yang dikenal sebagai mood-boosting atau mood-stabilizing seperti yogurt, omega-3, gandum, kacang-kacangan, cokelat, sayur-sayuran, buah-buahan, dan telur.
Mengapa yogurt dapat memperbaiki gangguan mood?
Adanya perubahan bakteri baik di dalam usus diduga dapat menimbulkan kelainan metabolisme seseorang. Perubahan mikrobiota ini juga dikatakan dapat menimbulkan gangguan pada otak, salah satunya adalah munculnya gangguan mood.
Sebuah penelitian menunjukkan gejala depresi muncul setelah jumlah Lactobacillus (salah satu bakteri baik di usus) berkurang. Dengan perbaikan jumlah bakteri tersebut, gejala depresi hilang dan mood kembali menjadi normal.
Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang dimasukkan dalam jumlah tertentu untuk memberikan efek menguntungkan. Sehari-hari, probiotik umumnya ditambahkan ke dalam makanan, salah satu contohnya adalah yogurt.
Probiotik dalam yogurt mengurangi peradangan di dalam usus. Probiotik ini juga meningkatkan kadar asam amino triptofan yang penting dalam pembentukan neurotransmitter serotonin. Melalui mekanisme ini, gejala mood depresi dapat diperbaiki.
Beberapa penelitian sudah menunjukkan terdapat perbaikan gejala gangguan mood pada kelompok yang diberikan yogurt secara rutin. Pada kelompok yang mengonsumsi yogurt, kemampuan untuk menghadapi rasa sedih menjadi lebih baik dan pikiran depresi berkurang. Konsumsi yogurt secara rutin satu hari sekali juga dapat mencegah atau membatasi gejala depresi ringan sampai sedang.
Tentu saja yogurt yang dimakan pun bukan sembarang yogurt karena tidak semua yogurt memiliki probiotik. Yang baik adalah meminum yogurt yang masih mengandung Lactobacillus aktif. Walaupun begitu, psikoterapi dan terapi dengan obat-obatan juga mungkin tetap perlu diberikan.
The post Benarkah Yogurt Ampuh Mengatasi Depresi? appeared first on Hello Sehat.
from Hello Sehat http://ift.tt/2DJXzuE
tonton juga video ini
Daftar Unik Skandal Sera Amane
Daftar Unik 5 peraturan sekolah
Komentar
Posting Komentar