Orang yang Punya Sindrom Metabolik Berisiko Kena Penyakit Jantung. Apakah Anda Salah Satunya?

Sebelum keburu panik membaca judul di atas, ketahui dulu apa itu sindrom metabolik. Sindrom metabolik bukan merupakan suatu penyakit, melainkan sekelompok kondisi kesehatan yang terdiri dari tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kolesterol tinggi, dan lemak perut berlebih. Orang dengan sindrom metabolik biasanya juga memiliki berat badan yang berlebih atau obesitas. Ketika semua kondisi kesehatan ini disatukan maka tak menutup kemungkinan akan timbul masalah kesehatan yang lebih serius.

Bahkan, orang yang memiliki sindrom metabolik dilaporkan berisiko lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung dan meninggal karenanya apabila dibandingkan dengan individu normal yang tidak menampakkan sindrom ini. Risiko sindrom metabolik tersebut akan semakin meningkat bila semakin banyak gejala sindrom metabolik yang ada pada seseorang. Simak penjelasan lebih lanjut seputar bahaya sindrom metabolik ini.

Apa saja bahaya sindrom metabolik?

Sindrom metabolik dapat menyebabkan diabetes dan penyakit jantung, yang merupakan dua penyakit kronis paling umum saat ini. Sindrom metabolik dapat meningkatkan risiko Anda terkena diabetes tipe 2 hingga 9-30 kali lipat dibandingkan dengan orang sehat.

Risiko kesehatan lainnya dari sindrom metabolik yaitu perlemakan hati yang dapat mengakibatkan sirosis hati. Sindrom metabolik juga dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang dapat berujung pada mikroalbuminuria atau kebocoran protein ke dalam urin. Obstructive sleep apnea, sindrom ovarium polikistik, demensia, dan penurunan fungsi kognitif pada usia dewasa juga dapat muncul ke permukaan sebagai komplikasi sindrom metabolik.

Penyakit jantung sebagai risiko sindrom metabolik

Risiko penyakit jantung bisa meningkat hinnga 2-4 kali lipat lebih tinggi pada orang-orang yang punya sindrom metabolik dibandingkan dengan orang sehat.

Hal ini dilaporkan oleh sebuah penelitian yang memelajari pengaruh sindrom metabolik terhadap penyakit jantung melibatkan sebanyak 14.364 partisipan dari berbagai etnis yang diamati selama 13 tahun. Dalam periode tersebut, didapatkan 1.101 partisipan mengalami penyakit jantung koroner atau stroke iskemik untuk pertama kalinya.

Peneliti menemukan bahwa partisipan berkulit hitam dengan faktor risiko sindrom metabolik dan obesitas berisiko 117 persen lebih besar untuk terkena penyakit jantung dibandingkan dengan partisipan yang sehat. Sementara itu, partisipan berkulit putih dengan faktor risiko sindrom metabolik tidak memiliki perbedaan risiko dengan partisipan yang sehat.

Sindrom metabolik meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung

Sebuah penelitian lain yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism mengulas 155.971 data partisipan dari tahun 2002 hingga 2009. Data dikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner dan pengukuran berat badan, indeks massa tubuh, tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah masing-masing partisipan.

Peneliti menemukan bahwa orang yang memiliki sindrom metabolik berisiko 1,6 kali lipat lebih besar untuk meninggal akibat penyakit jantung dibandingkan dengan orang yang tidak menunjukkan tanda-tanda sindrom metabolik.

Namun, peningkatan risiko tersebut tidak berlaku apabila faktor diabetes dan tekanan darah tinggi dihilangkan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa diabetes dan tekanan darah tinggi adalah faktor yang besar dalam meningkatkan risiko kematian akibat penyakit jantung pada penderita sindrom metabolik.

Bagaimana cara mengatasi sindrom metabolik?

Tujuan utama dalam pengobatan sindrom metabolik yaitu menghilangkan faktor penyebab dan mengurangi faktor yang dapat menyebabkan masalah pada jantung. Perubahan gaya hidup merupakan pengobatan sindrom metabolik pilihan.

Perubahan pola makan yang kaya akan lemak “baik”, karbohidrat, dan protein tinggi dapat membantu mengatasi sindrom metabolik.

Program olahraga yang teratur misalnya 30 menit per hari selama 5 hari dalam seminggu, merupakan awal yang baik juga. Olahraga memiliki manfaat yang baik pada tekanan darah, kadar kolesterol, dan sensitivitas insulin. Apabila perubahan pola makan dan olahraga belum dapat mengatasi faktor risiko sindrom metabolik, penggunaan obat untuk mengendalikan tekanan darah dan kadar kolesterol dapat dipertimbangkan.

The post Orang yang Punya Sindrom Metabolik Berisiko Kena Penyakit Jantung. Apakah Anda Salah Satunya? appeared first on Hello Sehat.



from Hello Sehat http://ift.tt/2gCx1F5


tonton juga video ini
Daftar Unik Skandal Sera Amane
Daftar Unik 5 peraturan sekolah

Komentar